BBM mau naik , bingung “menerima atau menolak”

Saat ini banyak media yang meributkan masalah BBM yang direncanakan akan naik, banyak sudah pengamat yang jago-jago menganalisa hal ini, saking jagonya jadi bingung mana yang baik mana yang kurang baik , mana yang wajar mana yang kurang (w)ajar.

Sebagai pribadi yang tidak pernah bergelut masalah politik, tentu saja ini penilaian pribadi yang dibatasi oleh keterbatasan pendidikan dan pengalaman, hanya menggunakan rasa, menggunakan ingatan apa yang pernah dilihat dijalan, di gerbong kereta, di pinggir jalan ..pergolakan hidup yang ada

Sebagai pribadi yang pernah sekolah ekonomi, apalagi masa pendidikan di ekonomi disalahsatu kampus negeri Yogyakarta, jelas sekali perbedaan dan keunggulan dari masing-masing konsep ekonomi Klasik, Neo Klasik maupun Ekonomi Liberal , konsep ekonomi yang salah satunya dibedakan dengan adanya peran serta Negara dalam mengatur ekuilibrium ekonomi makro Negara, dan subsidi adalah salah satu contoh pengurangan peran serta Negara untuk memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk lebih berkarya dan berupaya hingga menemukan keseimbangan ekonominya sendiri.

Jadi….mari kita simak apa yang terjadi dari kenaikan BBM ini, dan sayapun masih bingung berdiri di sisi yang pro ataukah yang kontra.

BBM tetap : subsidi jatuh ketempat yang tidak sesuai

BBM Naik : apakah rakyat sudah “dimodali” untuk berupaya mandiri menemukan keseimbangan ekonominya

BBM tetap : yang menikmati “si dia” yang lebih banyak mengkonsumsi  BBM

BBM naik : yang lupa “ si dia” … lupa membantu rakyat mencari keseimbangan  ekonominya

Pesan moralnya , pelajaran yang baik sekali untuk saling memberikan keseimbangan ekonomi, saling berkarya positif . Wahai para pengamat yang menghabiskan waktu dengan buku dan teorimu , mari turun kejalan , berkeringat biar sehat …bantu untuk menyeimbangkan ekonomi kita, dengan cara lebih logis menilai “baik dan buruk”nya kenaikan BBM, amati bagaimana menyeimbangkan daya beli yang agar tidak semakin menurun.

Bayangkan , jika kita sisihkan Rp 1000 dari semua warga Negara kita, bikin kolam lele…ekspor ke tetangga …makin kuat tuh ekonomi, yakin…..insyaAllah

Wahai para pengamat yang menghabiskan waktu dengan buku dan teorimu , mari turun kejalan , berkeringat biar sehat, stop rebut naik turun BBM. Bayangkan , jika kita sisihkan Rp 1000 dari semua warga Negara kita, bikin kolam lele…ekspor ke tetangga …makin kuat tuh ekonomi, yakin…..insyaAllah

admin

orang biasa - dosen biasa - praktisi biasa

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: