logika sederhana akuntansi

** bukan tulisan akademis teoritis, sekedar coretan

Akuntansi bukanlah hal yang rumit, jika kita memahami tujuan dan logika akuntansi itu sendiri. Secara definisi akuntansi adalah ilmu,seni yang menyertakan tekhnologi dalam pengelolaan transaksi , dengan output informasi yang digunakan oleh pihak2 yang memerlukan.

Bagaimana logika akuntansi ? dalam tulisan saya di kajian buku beberapa waktu yg lalu ; “akuntansi bukanlah cara berhitung, tapi bagaimana kita menjelaskan sebab akibat dari suatu transaksi “. Seperti contoh, perusahaan membeli mobil dengan cara kredit (hutang), logika terjemahan transaksi tersebut adalah “kekayaan perusahaan bertambah dengan adanya mobil baru, akibatnya adalah hutang perusahaan juga bertambah karena pembeliannya secara hutang” .

Dari contoh tersebut, sebaiknya kita gambarkan secara ringkas, klasifikasi apa saja yang terdapat dalam akuntansi ?

Aset adalah kekayaan atau harta atau potensi harta, harta yg secara legal dan fakta sebagai harta kita yang masih ada di pihak lain. Dalam akuntansi, asset secara umum dapat dicontohkan sebagai berikut (uang tunai, dan atau uang dalam bentuk lain : deposito, rek bank) , Piutang dagang ; kekayaan / hak kita yang masih berada di pihak lain, dan menjadi tugas kita untuk merealisasikan hal tersebut menjadi asset yang likuid. Investasi : kekayaan bentuk investasi, Aset Tetap : kekayaan berupa kepemilikan kekayaan “barang” yang memberikan manfaat secara langsung, maupun tidak langsung terhadapa aktivitas operasional. Uang Muka: kekayaan kita yang kita “titipkan” kepada pihak lain, dimana suatu saat kekayaan tersebut akan kembali ke kita atau kita kompensasikan terhadap kewajiban kita

Kewajiban adalah hutang yang harus penuhi “kewajiban” nya, pemenuhan kewajiban dengan mengorbankan asset. Kewajiban pada umumnya terdiri dari hutang usaha (transaksi atas pemenuhan aktivitas operasional dengan menggunakan hutang), hutang bank, hutang pihak 3 dan lainnya .

Dalam persamaan dasar akuntansi  dikenal dengan “Asset = Kewajiban” , jika menurut saya persamaan yang dapat lebih dijelaskan adalah “Asset = Kewajiban + (pendapatan – biaya)” , persamaan ini lebih menjelaskan hubungan antara aktivitas keuangan (Laporan Neraca = asset dan kewajiban) dan aktivitas operasional (Laporan Pendapatan  = pendapatan – biaya)

Jurnal Akuntansi, adalah alat penterjemah transaksi kedalam bahasa akuntansi, bahasa yang menjelaskan sebab akibat, bahasa yang menggambarkan hubungan transaki dan pengaruhnya terhadap pos-pos akuntansi, apakah itu asset, atau kewajiban, atau pendapatan, atau biaya. Kesalahan awal pada pemahaman akuntansi adalah anggapan bahwa jurnal akuntansi adalah rumusan matematika, debet dianggap menambah, kredit dianggap mengurangi, anggapan hal tersebut adalah “salah”. Rumusan yang perlu diingat dalam jurnal adalah “setiap penambahan asset PASTI Debet”.

Dalam Akuntansi, dikenal dengan pencatatan berpasangan, menjelaskan sebab akibat, sehingga setiap ada “sebab” pasti ada “akibat”, setiap ada “debet” harus ada “kredit”.

Selanjutnya bagimana kita melogikan sebab akibat transaksi, seperti contoh : “Tuan A menanamkan modalnya untuk perusahaan Citra , sebesar 2 juta” , dari contoh sederhana itu , kita harus tentukan terlebih dahulu dari sisi mana kita meninjau pencatatan akuntansinya , apakah dari sisi Tn A, ataukah dari Perusahaan Citra. Jika kita meninjau dari Tn A, maka Tn.A akan kehilangan Asset (uang) 2 juta , tetapi Tn A memiliki saham (investasi) di PT A, kembali pada rumusan tadi (asset bertambah pasti DEBET), yang bertambah adalah asset investasi , akibatnya asset (uang) Tn A juga berkurang 2 Juta, jadi jurnalnya adalah : Investasi (Debet) pada Kas (kredit) karena transaksi penanaman modal.

Sekian dulu , nanti kita corat coret lagi….melanjutkan bahasan Logika Sederhana Akuntansi

admin

orang biasa - dosen biasa - praktisi biasa

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: