[UBD/Pjk Spsls Industri] Kumpulan materi IPO saham

Kumpulan Tulisan mengenai saham , khususnya mengenai IPO Saham

Tulisan diambil dari berbagai sumber ; dengan menyertakan sumber tulisan (bertujuan untuk sosialisasi dan pendidikan mengenai IPO Saham)

Seri PPh – Tarif PPh Atas Transaksi Saham di Bursa

sumber : http://www.pajak.go.id/content/seri-pph-tarif-pph-atas-transaksi-saham-di-bursa

Penghasilan dari penjualan saham di bursa merupakan objek PPh yang bersifat final. Tarif pemungutan PPh yang bersifat final adalah 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan saham.

Khusus untuk transaksi penjualan saham pendiri berlaku ketentuan sebagai berikut: 

  1. Transaksi penjualan saham pendiri dikenakan tambahan PPh dengan tarif 0,5% (setengah persen) dari nilai saham perusahaan pada saat penutupan bursa di akhir tahun 1996;
  2. Dalam hal saham perusahaan diperdagangkan di bursa efek setelah 1 Januari 1997, maka nilai saham pendiri ditetapkan sebesar harga saham pada saat penawaran umum perdana;
  3. Penyetoran tambahan PPh atas saham pendiri dilakukan oleh emiten atas nama pemilik saham pendiri:
     

    1. selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1997 (tanggal 29 Mei 1997), apabila saham perusahaan telah diperdagangkan di bursa efek sebelum Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1997 ditetapkan;
    2. selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah saham tersebut diperdagangkan di bursa, apabila saham perusahaan baru diperdagangkan di bursa efek pada saat atau setelah Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1997 ditetapkan (tanggal 29 Mei 1997);
  4. Wajib Pajak yang memilih untuk memenuhi kewajiban PPhnya tidak berdasarkan angka 3 di atas, atas penghasilan dari transaksi penjualan saham pendiri dikenakan PPh sesuai dengan tarif umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 Undang-undang PPh.

Dengan demikian tarif pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari transaksi penjualan saham di Bursa Efek adalah sebagai berikut:

No Tarif Besaran Transaksi Saham
1 0,1% (nol koma satu persen) Nilai transaksi penjualan saham
2 Tambahan 0,5% (nol koma lima persen) Nilai saham perusahaan pada saat penutupan bursa efek di akhir tahun 1996
3 Tambahan 0,5% (nol koma lima persen) Nilai saham pada saat Penawaran Umum Perdana (IPO) dalam hal saham perusahaan diperdagangkan di bursa efek setelah 1 Januari 1997

 

Peraturan terkait pelaksanaan pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari transaksi penjualan saham di bursa adalah:

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1994 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1997;
  2. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 282/KMK.04/ 1997.

 

 

 

IPO dan prosesnya

sumber : http://belajarinvestasi.com/sekolah-saham/ipo-dan-prosesnya.html

Salam…..Jumpa lagi dengan belajarinvestasi.com di sekolah saham. Di kesempatan ini belajarinvestasi.com akan  membahas tentang IPO – Initial Public Offerin.

Pernah mendengar tentang IPO? Pernah dengar sich tp itu termasuk saham atau bukan ya? Ya…. ini termasuk saham.  Untuk lebih  jelasnya belajar investasi.com di sekolah saham ini akan menjelaskannya.

Apa itu  IPO (Initial Public Offering) ? banyak yang bilang  ini adalah saham perdana. Apa sih yang dimaksud dengan saham perdana ini? Arti kata Perdana adalah pertama kali, kita semua paham hal ini. Jadi kalau kita gabungkan adalah saham yang pertama kali dilepas / dirilis untuk dijual kepada masyarakat/publik di bursa saham.

Kalau saya punya toko Kelontong bernama toko Rezeki, kemudian saya jual kepemilikannya (saham) ke orang lain, apakah ini termasuk IPO? Tidak, yang dimaksud IPO disini adalah hanya pada perusahaan yang menjual saham pertama kali melalui bursa.

Kenapa perlu IPO?
Kenapa suatu saham mau menjual sahamnya ke publik/masyarakat?

Jawabannya karena butuh modal tambahan. Kalau perusahaannya bagus dan kondisi keuangannya positif / menguntungkan kenapa tidak menggunakan uang internal perusahaan atau pinjaman dari bank saja? Ada beberapa kelebihan yang dapat dipetik dari IPO ini.

  1. Perusahaan yang bagus dan memutuskan mengumpulkan dana tambahan untuk IPO berarti merupakan perusahaan yang sedang berkembang dan dengan uang/dana yang lebih besar bisa berkembang jauh lebih besar lagi. Contoh: KFC Indonesia yang IPO, sebelum IPO kondisinya sudah bagus, counter KFC sudah banyak dan terus berkembang. Namun untuk potensi untuk memperbanyak counter KFC masih terbuka lebar dan jika menunggu dana internal jumlah counter baru yang bisa dibuka per tahun hanya terbatas, maka dengan mengumpulkan modal dari IPO, KFC Indonesia dapat langsung membuka counter baru dengan cepat sehingga perkembangannya semakin cepat.
  2. Pinjaman dari bank ada bunganya sedangkan saham tidak ada bunganya
  3. Meningkatkan kapitalisasi perusahaan, tidak mengerti? Akan kami jelaskan.

Penjelasan di bawah ini disertai contoh dengan menggunakan PT. Ogah Rugi.

PT. Ogah Rugi melepas sahamnya dalam IPO sebesar 10%, dengan nilai per lembarnya setelah dianalisa oleh berbagai pihak sebesar 1000 per lembar dan jumlah sahamnya 1 juta lembar saham, jadi total nilai saham sebesar Rp.1000 x 1.000.000 lembar = 1 Miliar. Karena saham yang dilepas adalah 10% dan nilainya 1 Miliar, maka nilai perusahaan secara keseluruhan adalah 10 Miliar.

Pada saat IPO maka saham sebanyak 1 juta lembar dengan harga 1000 rupiah per lembarnya dijual oleh PT. Ogah Rugi kepada publik / masyarakat dan PT. Ogah Rugi menerima uang sebesar 1 Miliar ke dalam kas perusahaan untuk digunakan dalam aktifitas operasional perusahaan. Sekarang 1 juta lembar saham itu sudah ada di tangan publik / masyarakat dan kemudian para pembeli tersebut bisa menjual kembali saham PT. Ogah Rugi ke bursa nah ini disebut perdagangan sekunder karena perdagangannya sudah tidak lagi antara masyarakat/investor dengan perusahaan tapi antara masyarakat/investor dengan masyarakat/investor sendiri yang dilakukan di bursa. Nah harga yang naik dan turun itu terjadi pada saat perdagangan sekunder antar masyarakat / investor.

Kalau begitu PT. Ogah Rugi hanya mendapat 1 Miliar dan kalau sampai harga saham yang diperjualbelikan antar investor naik, katakanlah sampai 2000 per lembarnya (2x lipat), maka tidak ada efeknya ke PT. Ogah Rugi? Betul sekali, yang PT. Ogah Rugi terima adalah saat transaksi awal di IPO, yaitu 1 miliar, setelah itu harganya naik 100x lipat atau turun menjadi 50 rupiah, tidak akan ada pengaruhnya ke PT. Ogah Rugi. Tapi….

Bukankah saham yang dijual hanya 10%? Sedangkan sisanya masih ada 90%. Mari kita kembali ke perhitungan awal saat IPO,

  • Persentase saham yang di IPOkan: 10%
  • Harga per lembar: 1000 rupiah
  • Jumlah lembar saham: 1 juta lembar
  • Nilai saham yang dijual: 1000 rupiah x 1 juta lembar = 1 miliar
  • Nilai Perusahaan secara keseluruhan: 10 miliar

Apa yang akan terjadi saat harga saham menjadi 2000 per lembar

  • Persentase saham yang ada di bursa: 10%
  • Harga per lembar: 2000 rupiah
  • Jumlah lembar saham: 1 juta lembar
  • Nilai saham yang ada di bursa: 2000 rupiah x 1 juta lembar = 2 miliar
  • Nilai Perusahaan secara keseluruhan: 20 miliar

Terjadi perubahan nilai perusahaan yang tadinya hanya 10 miliar menjadi 20 miliar, saat terjadi kenaikan pada saham yang dijual dibursa maka harga 90% saham yang masih dipegang oleh PT. Ogah Rugi juga naik. Jika PT. Ogah Rugi kembali melepas sahamnya maka sahamnya akan dihargai sebesar 2000 per lembar. Bayangkan jika Anda adalah pendiri dan pemilik PT. Ogah Rugi dan Anda masih memegang 90% saham PT. Ogah Rugi, dalam waktu yang singkat harta Anda meningkat dua kali lipat. Di satu sisi mendapat dana untuk pengembangan usaha perusahaan, di sisi lain nilai perusahaan yang tadinya 10 miliar menjadi 20 miliar.

Jadi kalau begitu untuk mendapatkan manfaat kapitalisasi pasar, saat IPO jumlah saham yang dilepas tidak boleh terlalu banyak dong? Ya, betul, umumnya perusahaan melepas sahamnya di bawah 50% saat IPO, atau bahkan sudah diagendakan untuk dilepas secara bertahap, misalnya saat IPO akan dilepas 10%, kemudian jika kondisi pasar 'bagus' akan dilepas kembali 20%. Tapi jika saham yang dilepas juga terlalu sedikit, investor / masyarakat tidak akan terlalu tertarik sehingga bisa-bisa harga saham tidak naik setelah IPO malah turun, disinilah diperlukan keseimbangan antara kebutuhan dana perusahaan, kepentingan pemilik awal PT. Ogah Rugi dan kepentingan investor / masyarakat.

Hal yang sama juga kita bisa lihat dari Bill Gates sang pemilik Microsoft. Saat pertama kali Microsoft melakukan IPO jumlah yang dilepas sedikit dan bertahap sehingga saat harga saham Microsoft naik berkali-kali lipat, maka Bill Gates dan rekan-rekannya yang memegang saham yang belum dilepas menjadi sangat kaya raya, mereka baru melepas saham mereka ketika harganya sudah jauh melesat dari harga awal IPO dan demikianlah kisah bagaimana Bill Gates menjadi kaya raya dengan memiliki sebagian besar saham Microsoft, perusahaan yang didirikannya.

Jadi bagi Anda yang memiliki usaha, salah satu cara  mengembangkan perusahaan dapat dilakukan dengan mendaftarkan perusahaan Anda di bursa, tentunya jika kondisi perusahaan bagus dan memiliki rencana ke depan yang prospektif. Ingin tahu bagaimana proses IPO, akan kami jelaskan di bawah.

Mekanisme IPO

Penjelasan di bawah tetap menggunakan PT. Ogah Rugi (OR)

Diawali dengan suatu kondisi perusahaan PT. Ogah Rugi  membutuhkan tambahan modal dengan tujuan salah satunya utk mengembangkan usaha. PT. Ogah Rugi  membuat rencana akan melepas 25% sahamnya, Setelah mendapatkan persetujuan dari BEI,  tahap yang harus dijalankan oleh penyelengara IPO adalah

1.  Due Dilligence meeting

Disini PT. OR (sebagai emiten = pihak yang melepas saham)   harus mengadakan pertemuan dengan sekuritas yang telah di tetapkan. Untuk apa? Prosedur dari  Bappepam memang demikian, bahwa Sekuritas harus menjadi perantara antara perusahaan yang mengeluarkan saham dengan investor, nah di pertemuan tersebut perusahaan sekuritas membantu perusahaan untuk mengikuti semua peraturan yang diwajibkan bagi perusahaan yang ingin diperdagangkan di bursa. Pihak yang terlibat: Underwriter (Sekuritas), Auditor Independen, Aprraiser / Penilai Aset perusahaan independen dan Konsultan Hukum. Intinya mereka memastikan semua peraturan dipenuhi serta informasi yang disajikan jelas dan benar.

2.  Public Expose dan roadshow

Tak kenal maka tak sayang, mungkin ini peribahasa bisa menggambakan peran Roadshow.

Melalui roadshow perusahaan yang ingin melepas sahamnya dapat mempresentasikan perkembangan dan pertumbuhan di masa akan datang kepada para calon investor. Umumnya diprioritaskan calon investor besar atau institusi. Roadshow di adakan di berbagai tempat bahkan juga kepada investor asing. Jadi dengan adanya roadshow ini akan semakin banyak investor kenal dengan kondisi perusahaan PT. OR sehingga dapat melakukan penawaran untuk book building.

3. Book Building

Nah di tahap ini mulai terlihat respon dari para calon investor, calon investor memesan seberapa banyak saham IPO yang mau dibeli dan pada harga berapa mereka mau membeli, setiap penawaran harga yang diajukan akan di catat dan dijadikan acuan untuk penentuan harga saham saat IPO, oleh karena itu disebut book building (mengumpulkan penawaran harga dari investor untuk penentuan harga saham). Disini para investor akan menganalisa kondisi perusahaan, prospek ke depan dan juga bersaing dengan investor lain, dari sinilah harga akan dibentuk. Pada saat book building ini juga dapat terjadi Oversubscribe, yaitu saat jumlah lembar saham yang dipesan oleh calon investor lebih banyak daripada yang ditawarkan oleh perusahaan, tentunya ini berita baik bagi perusahaan dan biasanya mengakibatkan harga saham IPO mencapai tingkat maksimum. Namun bisa juga sebaliknya jumlah saham dipesan lebih sedikit dari yang ditawarkan, yang merupakan berita buruk bagi PT. OR.

4.  Penentuan Harga Perdana dan Penjatahan

Setelah melewati tahap book building, Tahap akhirnya lead underwriter / penjamin emisi / Sekuritas bersepakat dengan emiten ( perusahaan yang mengajukan IPO) untuk menentukan harga akhirnya.  Dasar penentuan harga IPO ini berdasarkan catatan penawaran dari para investor. Penjatahan/Alokasi akan dilakukan jika jumlah saham yang dipesan lebih banyak dari yang ditawarkan (oversubscribe) namun yang dipesan lebih sedikit dari yang ditawarkan maka Underwriter yang akan menyerap sesuai dengan perjanjian awal antara Underwriter dengan PT. OR.

Seperti inilah Proses suatu perusahaan melepas/merelease sahamnya ke masyarakat. Bagi perusahaan yang berencana untuk bisa go publik, melepas sebagian sahamnya kepada masyarakat, tinggal melewati tahap-tahap ini.

Jadi  dimaksud dengan IPO = saham perdana=saham yag baru pertama kali dikeluarkan oleh perusahaan pemilik saham (Emiten). Ibarat buah matang yang baru saya petik langsung dari pohonnya…saya tangan pertama yang memetik buah tersebut, kalo saya beli ditukang buah bisa diibaratkan sudah masuk ke bursa, karena sudah tangan ke dua…. Terakhir …. analisa dan pelajari baik-baik perusahaan yang mengeluar saham tersebut (emiten).

Sumber : http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl6057/perubahan-status-perusahaan-menjadi-go-public

Pertanyaan :

Perubahan Status Perusahaan Menjadi Go Public

Prosedur apa yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk go public sampai pada proses mendapatkan Initial Public Offering?

Jawaban :

Initial Public Offering atau penawaran umum adalah kegiatan penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam undang-undang. 

Lebih lanjut, Penawaran Umum hanya dapat dilakukan oleh Emiten yang telah menyampaikan pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam-LK untuk menawarkan atau menjual Efek kepada masyarakat dan Pernyataan Pendaftaran tersebut telah efektif. 

Merujuk pada pengertian di atas, maka tata cara yang harus dilakukan oleh Emiten dalam proses penawaran umum adalah sebagai berikut : 

a.     Tahan Persiapan Internal  

Pada tahap persiapan internal, perusahaan yang akan melakukan penawaran umum terlebih dahulu harus melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tujuan diadakannnya agenda RUPS, tak lain adalah Direksi meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka penawaran umum.

Dengan adanya persetujuan dari pemegang saham yang ditetapkan dalam RUPS, maka setiap perusahaan yang akan melakukan penawaran umum wajib melakukan perubahan anggaran dasar terkait dengan status perseroan yang tertutup menjadi Perseroan Terbuka. 

Hasil perubahan anggaran dasar dimuat atau dinyatakan dalam akta notaris dalam Bahasa Indonesia. Dari perubahan anggaran dasar yang dinyatakan dalam akta notaris tersebut, mulai berlaku sejak tanggal efektif pernyataan pendaftaran yang diajukan oleh Emiten kepada Bapepam-LK. 

Setelah mendapat persetujuan, selanjutnya Emiten melakukan penunjukan penjamin emisi serta lembaga dan profesi penunjang pasar modal. 

Peran dan tugas dari Penjamin Emisi serta lembaga dan profesi penunjang adalah sebagai berikut:

(i)        Penjamin Emisi: menyiapkan berbagai dokumen, menyiapkan prospektus dan memberikan penjaminan atas penerbitan,

(ii)       Akuntan Publik: melakukan audit atau pemeriksaan atas laporan keuangan calon Emiten,

(iii)   Penilai: melakukan penilaian terhadap aktiva tetap perusahaan dan menentukan nilai wajar dari aktiva tetap,

(iv)       Konsultan Hukum: memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion) dan

(v)       Notaris: membuat akta-akta berubahan anggaran dasar, akta-akta perjanjian dalam rangka penawaran umum dan notulen-notulen rapat. 

b.     Tahap mengajukan pernyataan pendaftaran 

Pada tahap ini, dokumen yang wajib disampaikan kepada Bapepam-LK harus dapat dipertanggung jawabkan oleh Emiten, akan kecukupan dan kebenaran informasi. 

Setelah diterimanya pernyataan pendaftran oleh Bapepam-LK, dalam jangka waktu 45 hari Bapepam-LK dapat menentukan pernyataan efektif. Tetapi, dalam jangka waktu 45 hari itu, Bapepam-LK tidak menutup kemungkinan dapat meminta perubahan dan atau tambahan informasi dari Emiten, apabila masih ada kekurangan kecukupan informasi. 

Jadi, pernyataan pendaftaran baru bisa dinyatakan efektif oleh Bapepam-LK apabila:

  1. Perubahan dan atau tambahan informasi yang diminta oleh Bapapem-LK telah dipenuhi;
  2. Perubahan dan atau tambahan informasi dimaksud telah memenuhi persyaratan. 

c.      Tahap penawaran umum 

Setelah Bapepam-LK menyatakan efektif atas pernyataan pendaftaran dan diumumkannya Prospektus Ringkasan, maka perusahaan dapat melakukan penawaran umum, dengan masa penawaran 3 hari kerja. 

Dengan berakhirnya masa penawaran umum, maka Emiten akan melakukan penjatahan saham kepada para investor. Penjatahan dapat dilaksanakan paling lambat 2 hari kerja setalah berakhirnya masa penawaran umum. 

d. Tahap pencatatan saham di Bursa Efek  

Langkah selanjutnya, saham yang ditawarkan dicatat di lantai bursa. Dalam pencatatan, pencatatan paling paling lambat 3 hari kerja setelah tanggal penjatahan dan Emiten wajib menyampaikan laporan hasil penawaran umum kepada Bapepam-LK, paling lambat 3 hari kerja setelah penjatahan saham. 

Demikian sejauh yang kami ketahui. Semoga bermanfaat. 

Dasar Hukum:

1.      Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

2.      Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal

3.  Peraturan Bapepam No.IX.J.1 tentang Perubahan Anggaran Dasar setiap Perseroan yang akan melakukan Penawaran Umum Efek bersifat Ekuitas.

4.   Peraturan Bapepam No.IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum

5.     Peraturan Bapepam No.IX.A.3 tentang Tata Cara Untuk Meninta Perubahan dan atau Tambahan Informasi atas Pernyataan Pendaftaran.

 

Proses Initial Public Offering (IPO) atau Go Public Suatu Perusahaan

Sumber : https://magisterhukumbisnis.wordpress.com/2011/11/29/proses-initial-public-offering-ipo-atau-go-public-suatu-perusahaan/

I. Tahap Persiapan

1.      Perusahaan yang akan melakukan IPO terlebih dahulu mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau Rapat Umum Pemegang Saham Luar BIasa (RUPS-LB) untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Dalam RUPS atau RUPS-LB tersebut diputuskan berapa modal yang dibutuhkan dan bagaimana komposisi saham setelah IPO dilakukan.

2.      Mempersiapkan Penjamin Emisi/Underwriter

Setelah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham untuk melakukan IPO dalam RUPS atau RUPS-LB maka perusahaan mencari dan menunjuk perusahaan efek yang berfungsi sebagai Penjamin Emisi/Underwriter, profesi penunjang dan lembaga penunjang. Profesi penunjang dan lembaga penunjang berfungsi untuk membantu mempersiapkan berbagai dokumen emisi untuk keperluan IPO tersebut.

II. Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran

Pernyataan Pendaftaran merupakan tahapan dimana calon emiten menyerahkan dokumen yang memuat prinsip-prinsip keterbukaan dan prospektus ringkas yang berisi berbagai informasi terkait dengan perusahaan, mulai dari company profile, kinerja operasional perusahaan seperti, neraca rugi laba, proyeksi kinerja perusahaan serta untuk kepentingan apa dana masyarakat itu dibutuhkan.

Dalam Pernyataan pendaftaran juga harus terdapat informasi dan atau fakta materiel mengenai perusahaan yang akan melakukan penawaran umum atas efeknya. Pernyataan pendaftaran tidak hanya memuat fakta mengenai calon emiten tetapi juga memuat pendapat dari profesi penunjang yang ada di pasar modal mengenai calon emiten tersebut baik mengenai harta kekayaan, keuangan atau status hukum dari calon emiten tersebut.

Di BAPEPAM semua dokumen dari calon emiten yang telah diterima akan dievaluasi, BAPEPAM dapat meminta perubahan atau tambahan informasi kepada calon emiten apabila    menilai bahwa dokumen yang diajukan perlu penambahan kelengkapan mengenai kejelasan informasi, keterbukaan, maupun aspek hukum, akuntansi, keuanganc dan manajemen.

Setelah melakukan evaluasi terhadap kelengkapan dokumen yang disampaikan oleh calon emiten dan BAPEPAM menyatakan dokumen tersebut lengkap maka BAPEPAM akan megeluarkan pernyataan efektif. Pernyataan efektif ini merupakan gerbang bagi calon emiten untuk menawarkan sahamnya kepada masyarakat. Mengenai jangka waktu dinyatakan efektifnya Pernyataan Pendaftaran, dalam Undang-undang Pasar Modal dinyatakan bahwa Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif pada hari ke empat puluh lima atau pada tanggal yang lebih awal jika dinyatakan efektif oleh oleh BAPEPAM. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa BAPEPAM merupakan awal dari kegiatan suatu perusahaan atau calon emiten di pasar modal. Selain sebagai hulu dari semua kegiatan di pasar modal BAPEPAM juga berfungsi dan bertanggungjawab dalam melakukan pembinaan, pengaturan dan pengawasan dalam kegiatan di pasar modal sesuai dengan UU no 8 Th 1995 tentang Pasar Modal.

III. Tahap Penawaran Efek pada Pasar Perdana

Setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh BAPEPAM maka efek yang dikeluarkan oleh emiten sudah boleh dipasarkan kepada masyarakat. Mekanisme penawaran umum ini ditentukan dan diatur oleh underwriter yang ditunjuk oleh emiten. Penawaran umum inilah yang dinamakan penawaran pada Pasar Perdana.

Mekanisme awal yang perlu dilakukan oleh emiten adalah menyediakan prospektus lengkap atau prospektus final yang akan diserahkan kepada calon investor. Dalam prospektus final ini terangkum semua informasi mengenai emiten secara lengkap sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai emiten sehingga investor dapat mengambil keputusan membeli atau tidak emisi yang ditawarkan. Untuk lebih menyebarkan informasi mengenai penawaran umum tersebut emiten juga akan mengumumkan prospektus ringkas yang sudah diperbaiki (apabila ada perbaikan dari prospectus awal) pada surat kabar harian berbahasa Indonesia yang beredar secara nasional.

IV. Tahap Pencatatan Efek di Bursa dan Perdagangan di Pasar Sekunder.

Setelah melakukan penawaran umum maka emiten akan mencatatkan perusahaannya di bursa atau Bursa Efek Indonesia (BEI) dan atau di bursa lain baik dalam negeri maupun di luar negeri sepanjang emiten sanggup memenuhi syarat pencatatan suatu emisi di suatu bursa dan tentu saja sesuai dengan kebutuhan dari emiten. Pencatatan Efek di bursa inilah yang disebut dengan tahapan dimana suatu perdangan efek dari perusahaan memasuki pasar sekunder. Sebelum suatu bursa mencatatkan efek dari emiten, bursa tersebut juga akan memeriksa kelengkapan yang diperlukan dalam rangka pencatatan efek dari emiten, dimana setiap bursa mempunyai persyaratan tersendiri dalam rangka pencatatan suatu emisi.

Dengan adanya pencatatan efek ini maka efek tersebut dapat ditransaksikan oleh pemiliknya dimana efek tersebut dicatatkan. Bagi emiten pencatatan di bursa ini bisa juga merupakan promosi gratis karena suatu perusahaan terbuka akan mendapatkan pemberitaan yang lebih banyak daripada perusahaan yang bersifat tertutup. Bagi investor pencatatan perusahaan di bursa akan memberikan likuiditas yang lebih bagi efek yang dimilikinya sehingga akan mempermudah investor tersebut memperjualbelikan efek yang dipegangnya.

Prospektus dan Kelengkapannya.

Prospektus bagi emiten adalah sebagai sarana untuk memperkenalkan diri kepada investor. Dalam prospektus ini emiten menguraikan semua tentang emisi yang ditawarkan. Sedangkan bagi investor prospectus ini merupakan sarana untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang emisi yang ditawarkan sehingga investor tersebut dapat mengambil keputusan yang benar dalam hal membeli atau tidak efek yang ditawarkan oleh emiten. Dari segi penulisan prospectus ini harus jelas dan komunikatif sehingga dengan mudah dapat dipahami oleh pemodal yang tidak semuanya paham mengenai bahasa-bahasa teknis.

Prospectus ini harus menyajikan informasi mengenai emiten secara lengkap baik tentang efek yang ditawarkan apakah efek hutang atau efek ekuitas, nilai efek yang ditawarkan maupun jumlah lembarnya. Selain itu disajikan juga nilai nominal dan harga yang ditawarkan untuk efek-efek tersebut, yang dapat ditawarkan sama dengan nilai nominal atau di atas nilai nominal. Informasi mengenai efek ini juga akan mencakup mengenai hak-hak dari pemegang efek tersebut.

Prospectus juga menguraikan mengenai emiten yang menerbitkan efek tersebut. Seperti sejarah dari emiten, struktur permodalan dan perkembangannya termasuk pemindahan/mutasi-mutasi hak atas saham.

Prospektus secara lengkap juga harus menguraikan rencana penggunaan atas dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum. Hal ini penting karena dengan melihat rencana penggunaan atas dana hasil IPO ini maka investor dapat memperkirakan prospek dari emiten ke depannya sehingga investor dapat membuat keputusan yang benar.

Prospectus juga harus memuat laporan keuangan yang di susun oleh Akuntan Publik yang terdaftar di BAPEPAM, dimana BAPEPAM mensyaratkan bahwa jangka waktu laporan keuangan tersebut dan tanggal efektifnya pernyataan pendaftaran, harus tidak lebih dari seratus delapan puluh hari. Hal ini dimaksudkan agar laporan keuangan tersebut menggambarkan kondisi terkini dari emiten.

Untuk perlindungan bagi pemodal maka BAPEPAM juga mensyaratkan agar emiten juga memberikan pernyataan tentang kejadian penting relevan yang menyagkut emiten setelah laporan keuangan yang dikeluarkan oleh akuntan public tersebut.

Kelengkapan-kelengkapan yang harus ada dalam prospectus diantaranya informasi-informasi mengenai fakta material sebagai berikut:

1.      Keterangan, bahwa pendaftaran telah diajukan ke BAPEPAM sesuai dengan UUPM dan ketentuan pelaksanaannya.

2.      Pernyataan, bertanggungjawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi dan kewajaran pendapat yang diungkapkan dalam Pernyataan Pendaftaran.

3.      Pernyataan, semua dan lembaga profesi penunjang pasar modal yang disebut dalam pernyataan pendaftaran, bertanggungjawab penuh atas data yang disajikan dan relevan dengan fungsi mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku, kode etik, norma dan standar profesi.

4.      Nama lengkap, alamat perusahaan, logo perusahaan, nomor telepon, nomor faximil, nomor kotak kantor pos dan kegiatan perseroan public dan kantor perwakilan.

5.      Struktur modal saham pada saat pernyataan pendaftaran diajukan meliputi:

a.      Modal dasar (authorized capital)

b.      Modal ditempatkan (subscribed capital)

c.       Modal disetor penuh (paid up capital)

d.      Jumlah dan nilai total saham

6.      Keterangan mengenai rencana struktur modal saham pada tanggal pernyataan pendaftaran yang mencakup:

a.      Modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor.

b.      Rincian kepemilikan saham oleh pemegang saham yang memilik 5% atau lebih, Direksi dan Komisaris.

7.      Analisa dan pembahasan oleh manajemen secara singkat tentang:

a.      Kecendrungan yang diketahui, permintaan-permintaan, ikatan-ikatan, kejadian-kejadian atau kepastian yang mungkin dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas perseroan.

b.      Analisis atau pembahasan mengenai ikatan yang materiel untuk investasi barang modal dengan penjelasan tentang tujuan perikatan-perikatan tersebut, serta sumber dana yang diharapkan memenuhi perikatan-perikatan dimaksud.

c.       Analisis mengenai seberapa jauh hasil usaha atau keadaan keuangan perseroan pada masa yang akan datang:

  • Menghadapi resiko fluktuasi kurs dan suku bunga.
  • Memberikan semua keterangan tentang semua pinjaman dan perikatan tanpa proteksi kurs, yang dinyatakan dalam mata uang asing atau suku bunganya ditentukan terlebih dahulu.

d.      Analisis mengenai perkembangan materiel yang akan terjadi meliputi:

  • Kecenderungan keadaan persaingan
  • Ketidakpuasan yang diketahui dapat meneyebabkan informasi keuangan yang telah dilaporkan tidak memberikan indikasi atas hasil usaha dan keadaan keuangan pada masa yang akan dating.

e.      Uraian kejadian transaksi yang tidak normal terjadi atau perubahan yang penting dalam ekonomi yang dapat mempengaruhi jumlah pendapatan yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang telah diperiksa akuntan.

f.        Pembahasan, jika laporan keuangan dalam pernyataan pendaftaran mengungkapan perningkatan material dari penjualan atau penjualan bersih serta laba operasi perseroan selama tiga tahun atau selama perusahaan menjalankan usaha jika kurang dari tiga tahun.

g.      Bahasan mengenai prospek perusahaan dan proyeksi keuangan yang diungkapkan harus dipersiapkan dengan seksama serta objektif berdasarkan asumsi yang layak.

8.      Resiko usaha, disusun berdasarkan bobot resiko yang dihadapi, antara lain:

a.      Resiko peperangan

b.      Pasokan bahan baku

c.       Ketentuan Negara lain atau internasional

d.      Kebijakan pemerintah

9.      Kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan

10.  Keterangan tentang perseroan atau perusahaan, meliputi:

a.      Riwayat singkat perseroan, yang berisi penjelasan:

1)      Pendirian perseroan

  • Tanggal pendirian
  • Pemegang saham
  • Nama lengkap dan kegiatan usahanya
  • Sifat dan akibat kepailitan perwakilan atau proses sejenis
  • Uraian mengenai sifat dan akibat strukturisasi, penggabungan atau konsolidasi perusahaan afiliasi penting
  • Aktiva yang materiel yang dibeli di luar kegiatan usaha biasa
  • Perubahan penting dalam menjalankan kegiatan usaha

2)      Kronologis singkat dokumen hokum yang berkaitan dengan:

  • Pendirian, dan
  • Perubahan penting

3)      Perubahan kepemilikan saham setelah pendirian.

4)      Kejadian yang berkenaan dengan perkembangan perusahaan:

  • Perubahan sarana produksi
  • Penggunaan teknologi baru

5)      Perjanjian penting yang menyangkut:

  • Lisensi
  • Pembeli utama
  • Penunjukan agen dan distributor tunggal produk penting
  • Perjanjian teknis

6)      Gambaran semua sarana dan prasarana yang dikuasai, seperti tanah, gudang pabrik serta status hukumnya

7)      Hubungan dengan perusahaan lain:

  • Berdasar kepemilikan
  • Berdasar pemegang saham yang sama, atau
  • Factor lain

b.       Pengurusan dan pengawasan:

1)      Nama anggota direksi dan komisaris

2)      Uraian singkat identitas anggota direksi dan komisaris

  • Kewarganegaraan
  • Umur (tanggal lahir)
  • Jabatan sekarang dan sebelumnya
  • Pengalaman kerja serta usaha yang relevan
  • Pendidikan, sekolah bidang studi dan tahun tamat belajar

c.       Sumber daya manusia (SDM)

1)      Rincian pegawai menurut jabatan dan pendidikan

2)      Nama pendidikan atau latihan

3)      Tenaga kerja asing (jika ada)

4)      Sarana kesejahteraan (jika ada), meliputi pengobatan, transportasi, perjanjian tenaga kerja, Jamsostek, koperasi dan dana pension.

11.  Kegiatan dan prospek usaha

a)    Penjelasan mengenai sumber dan ketersediaan bahan baku serta tingkat ketergantungan pada permasalahan tertentu.

b)    Penjelasan mengenai proses produksi dan pengendalian mutu, uraian umum mengenai status pengembangan produksi dan jasa tertentu serta apakah pengembangan itu memerlukan investasi yang relative berarti.

c)    Kapasitas dan hasil peroduksi selama lima tahun terakhir atau sejak perseroan berdiri jika masih kurang lima tahun.

d)    Produksi dan jasa utama perseroan.

e)    Masa berlaku paten, merek, lisensi, franchise, konsesi serta pentingnya hal-hal itu bagi perusahaan.

f)     Besarnya ketergantungan perusahaan terhadap satu atau sekelompok pelanggan.

g)    Sifat musiman dari kegiatan usaha (jika ada)

h)    Kegiatan usaha sehubungan dengan modal kerja yang menimbulkan resiko khusus:

a.    Memiliki persediaan dalam jumlah besar

b.    Kemungkinan terjadi pengembalian barang-barang dagangan

c.     Pemberian pelanggaran mengenai syarat pembayaran kepada pelanggan

i)      Uraian tentang pesanan:

a.    Menumpuk atau tidak

b.    Perkembangan pesanan dalam tiga tahun terakhir

c.     Kemungkinan penumpukan pesanan pada masa yang akan datang

j)      Ketergantungan kontrak dengan pemerintah

k)    Keadaan persaingan

l)      Informasi singkat mengenai pengeluaran riset dan pengembangan

m)  Uraian tentang pemasaran:

a.    Daerah pemasaran produksi

b.    System penjualan dan distribusi

c.     Data mengenai angka-angka penjualan perusahaan yang dinyatakan dalam rupiah

n)    Prospek perusahaan sehubungan dengan industry, ekonomi secara umum dan pasar internasional.

12.  Ikhtisar data keuangan penting

  • Penjelasan laporan keuangan merupakan sumber data.ulbyobhz
  • Penjelasan laporan keuangan telah diperiksa atau tidak oleh akuntan
  • Data yang diajukan konsisten dengan laporan keuangan dengan menjelaskan akun yang dipergunakan.
  • Laporan keuangan yang relevan dengan usaha atau industry yang bersangkutan.

13.  Ekuitas

Keterangan mengenai ekuitas berdasat laporan keuangan yang diperksa akuntan:

a)      Tabel ekuitas yang menurut neraca ekuitas pertanggal laporan keuangan sebelum priode yang disajikan dalam laporan keuangan

b)      Uraian secara kronologis yang menggambarkan perubahan struktur permodalan dalam perusahaan-perusahaan:

  • Perubahan modal dasar, dan
  • Perubsahan modal disetor dan nilai nominal perusahaan

c)      Perubahan struktur permodalan yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan terakhir (jika ada)

14.  Kebijakan dividen:

1)      Informasi dividen yang direncanakan

2)      Rentang jumlah presentase deviden yang direncanakan dikaitkan dengan laba biasa.

15.  Perpajakan

1)      Pajak yang berlaku baik bagi pemodal maupun bagi perusahaan

2)      Fasilitas khusus perpajakan yang diperoleh

16.  Nama dan alamat profesi dan lembaga penunjang pasar modal

17.  Pendapat dan laporan dari segi hokum:

1)      Keabsahan akta pendirian serta AD dan perubahan-perubahan AD

2)      Keabsahan izin dan persetujuan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha atau kegiatan usaha yang direncanakan.

3)      Status kepemilikan aktiva secara material.

4)      Perkara perdata, pidana, perburuhan dan TUN serta tindakan hukum lain.

5)      Perikatan-perikatan dengan pihak ketiga.

6)      Permodalan perusahaan dan perubahan-perubahan yang direncanakan, dinyatakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, dan semua telah memperoleh  persetujuan yang diperlukan.

18.  Laporan keuangan

1)      Laporan akuntan berkenaan dengan laporan keuangan yang disajikan

2)      Menyajikan laporan keuangan untuk jangka waktu tiga tahun terakhir atau sejak berdirinya perusahaan, meliputi:

  • Neraca,
  • Laporan rugi laba,
  • Laporan saldo laba,
  • Laporan arus kas,
  • Catatan atas laporan keuangan, dan
  • Laporan lain serta materi penjelasan integral laporan keuangan jika dipersyaratkan seperti laporan komitmen dan kontigensi bagi perusahaan yang bergerak di bidang perbankan.

19.  Laporan penilai oleh Penilai yang ditunjuk.

20.  Anggaran Dasar (AD)

AD terakhir yang mendapat Keputusan Persetujuan atau telah diberitahukan kepada instansi terkait.

Pengertian Penawaran Umum | Initial Public Offering ( IPO )

Sumber : http://www.wahyubram.wmk.web.id/index.php/informasi-umum/11-pengertian-penawaran-umum–initial-public-offering–ipo

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Penawaran Umum

Dalam pasar finansial, initial public offering ( IPO ) ( bahasa Indonesia: penawaran umum perdana ) adalah penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor umum. Menurut UU No.8 Tahun 1995, penawaran umum ( emisi / go public / initial public offering ) adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tatacara yang diatur dalam undang-undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya. Perusahaan tersebut akan menerbitkan hanya saham-saham pertama, namun bisa juga menawarkan saham kedua. Biasanya perusahaan tersebut akan merekrut seorang bankir investasi untuk menjamin penawaran tersebut dan seorang pengacara korporat untuk membantu menulis prospektus.
Penjualan saham diatur oleh pihak berwajib dalam pengaturan finansial dan jika relevan, sebuah bursa saham. Biasanya menjadi sebuah persyaratan untuk mengungkapkan kondisi keuangan dan prospek sebuah perusahaan kepada para investor.

1.2 Manfaat Penawaran Umum
Dengan menjadi perusahaan publik, banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh perusahaan, di antaranya :
1. Memperoleh Sumber Pendanaan Baru
Dana untuk pengembangan, baik untuk penarnbahan modal kerja rnaupun untuk ekspansi usaha, adalah faktor yang sering menjadi kendala banyak perusahaan. Dengan menjadi perusahaan publik kendala pendanaan tersebut akan lebih mudah diselesaikan, yaitu: Perolehan dana melalui hasil penjualan saham kepada publik. Dengan cara ini, perusahaan dapat memperoleh dana dalam jumlah yang besar dan diterima sekaligus dengan costoffund yang relatif lebih kecil dibandingkan perolehan dana melalui perbankan. Selain itu di masa mendatang, dengan telah menjadi perusahaan publik, perusahaan juga dapat melaku kan secondary offering tanpa batas.
2. Memberikan Competitive Advantage untuk Pengembangan Usaha
Dengan menjadi perusahaan publik, perusahaan akan memperoleh banyak competitive advantages untuk pengembangan usaha di masa yang akan datang, yaitu antara lain: Melalui penjualan saham kepada publik perusahaan berkesernpatan untuk mengajak para partner kerjanya seperti pemasok (supplier) dan pernbeli (buyer) untuk turut rnenjadi pemegang saham perusahaan. Dengan demikian, hubungan yang akan terjadi tidak hanya sebatas hubungan bisnis tetapi berkembang menjadi hubungan yang lebih tinggi tingkat kualitas dan loyalitasnya. Hal tersebut disebabkan karena mereka sebagai salah satu pemegang saham akan memberikan komitmen yang lebih tinggi untuk turut serta membantu pengembangan perusahaan di masa Depan.
3. Melakukan merger atau akuisisi perusahaan lain.
Pengembangan usaha melalui merger atau akuisisi merupakan salah satu cara yang cukup banyak diminati untuk mempercpat pengernbangan skala usaha perusahaan. Saham perusahaan publik yang diperdagangkan di bursa rnemiliki nilai pasar tertentu. Dengan demikian, bagi perusahaan publik yang saharnnya diperdagangkan di bursa, pembiayaan untuk merger atau akuisisi dapat lebih rnudah dilakukan yaitu melalui penerbitan saham baru sebagai alat pembiayaan merger atau akuisisi tersbut.
4. Peningkatan Kemarnpuan Going Concern
Kemampuan going concern bagi perusahaan adalah kernampuan untuk tetap dapat bertahan dalam kondisi apapun terrnasuk dalam kondisi yang dapat mengakibatkan bangkrutnya perusahaan, seperti terjadinya kegagalan pembayaran hutang kepada pihak ketiga, perpecahan di antara para pernegang saham pendiri, atau bahkan karena adanya perubahan dinamika pasar yang dapat rnempengaruhi kemampwn perusahaan untuk tetap dapat bertahan di bidang usahanya. Dengan menjadi perusahaan publik, kemampuan perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan perusahaan tertutup seperti pada beberapa contoh berikut ini :
5. Meningkatkan Citra Perusahaan
Dengan gopublicsuatu perusahaan akan selalu mendapat perhatian media dan komunitas keuangan. Hal ini berarti bahwa perusahaan tersebut mendapat publikasi secara cuma-cuma, sehingga dapat meningkatkan citranya. Peningkatan citra tersebut tentunya akan memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha di masa depan. Hal ini sangat dirasakan oleh banyak perusahaan yang berskala kecil menengah karena dengan menjadi perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa, citra mereka menjadi setara dengan banyak perusahaan besar yang telah memiliki skala bisnis yang besar dan pengalaman historis yang lama.
6. Meningkatkan Nilai Perusahaan
Dengan menjadi perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa, setiap saat dapat diperoleh valuasi terhadap nilai perusahaan. Setiap peningkatan kinerja operasional dan kinerja keuangan umumnya akan mempunyai dampak terhadap harga saham di Bursa, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

Manfaat Penawaran Umum Saham
 Dapat mempoleh dana yang relatif besar dan diterima sekaligus (tidak dengan termin – termin)
 Biaya go public relatif murah
 Proses relatif mudah
 Pembagian dividen berdasarkan keuntungan
 Penyertaan masyarakat biasanya tidak berminat masuk dalam manajemen
 Perusahaan dituntut lebih terbuka, sehingga hal ini dapat memacu perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme
 Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta memiliki saham perusahaan, sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial
 Emiten akan lebih dikenal oleh masyarakat (go public merupakan media promosi)
 Memberikan kesempatan bagi koperasi dan karyawan perusahaan untuk membeli saham.

Manfaat Penawaran Umum Obligasi
 Dapat memperoleh dana yang relatif besar dan diterima sekaligus (tidak dengan termin – termin)
 Biaya relatif murah
 Proses relatif mudah
 Dengan adanya keterbukaan berarti juga mengharuskan adanya peningkatan profesionalisme
 Emiten akan lebih dikenal masyarakat
 Obligasi merupakan sumber pembiayaan jangka panjang bagi perusahaan, dengan jangka waktu sekurang – kurangnya 3 tahun
 Bisa menggunakan jasa Penanggung (Guarantor) apabila Debt to Equity Ratio (DER) Emiten tinggi
 Pembayaran tingkat bunga dapat dilakukan berdasarkan tingkat bunga tetap dan atau dengan tingkat bunga mengambang.

1.3 Tujuan Penawaran Umum
Tujuan dari Penawaran Umum yang dilakukan oleh perusahaan adalah :
 Perluasan usaha
 Memperbaiki atau mengoptimalkan struktur keuangan dan permodalan
 Menimbulkan rasa kepemilikan (sense of belonging) dari stake holder
 Menjaga kelangsungan usaha dari kemungkinan perpecahan antar founders
 Meningkatkan produktifitas karyawan
 Meningkatkan profesionalisme manajemen
 Meningkatkan company image dan company value

1.4 Konsekuensi Penawaran Umum
1. Berbagi Kepemilikan
Hal ini dapat diartikan bahwa prosentase kepemilikan akan berkurang. Banyak perusahaan yang hendak gopub/icmerasa enggan karena khawatir akan kehilangan kontrol/kendali perusahaan. Sebenarnya ha1 ini tidak perlu dikhawatirkan karena jumlah minimum saham yang dipersyaratkan untuk dijual kepada publik rnelalui proses Penawaran Umum (Initia/ PPUbc Offering/IPO) tidak akan mengurangi kemampuan pemegang saham pendiri untuk tetap dapat mempertahankan kendali perusahaan.
2. Mematuhi Peraturan Pasar Modal yang Berlaku
Pasar modal memang menerbitkan berbagai peraturan. Namun semua ketentuan tersebut pada dasarnya justru akan mernbantu perusahaan untuk dapat berkembang dengan cara yang baik di masa mendatang. Para pemegang saham, pendiri dan manajemen perusahaan tidak perlu khawatir dengan berbagai pemenuhan peraturan tersebut karena cukup banyak pihak profesional yang dapat dimanfaatkan jasanya untuk membantu.

Konsekuensi Penawaran Umum Saham
 Keharusan untuk keterbukaan (full disclosure)
 Keharusan untuk mengikuti peraturan – peraturan Pasar Modal mengenai kewajiban pelaporan
 Gaya manajemen perusahaan berubah dari informal menjadi formal
 Kewajiban membayar dividen
 Senantiasa berusaha untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan perusahaan.

Konsekuensi Penawaran Umum Obligasi
 Harus menunjuk Wali Amanat yang akan mewakili kepentingan pemegang obligasi
 Menyisihkan dana pelunasan obligasi (sinking fund)
 Kewajiban melunasi pinjaman pokok dan bunga obligasi dalam waktu yang telah ditentukan oleh Emiten dan Wali Amanat
 Memberitahukan kepada Wali Amanat setiap perubahan yang terjadi yang dapat mempengaruhi perkembangan perusahaan Emiten.

1.5 Proses Penawaran Umum

1. Tahap sebelum emisi
Yang harus dilakukan oleh internal perusahaan :
 Tahap advisory, pada tahap ini manajemen perusahaan meminta persetujuan kepada pemegang saham dalam RUPS atau pemilik untuk go public.
 Tahap untuk menentukan profesi penunjang seperti akuntan publik, penasehat hukum, perusahaan penilai, notaries, petugas registrasi dan printer. Tim yang terbentuk kemudian berkomunikasi dengan BAPEPAM untuk persiapan pernyataan pendaftaran.
 Mempersiapkan kelengkapan dokumen emisi untuk menyiapkan pendaftaran ke BAPEPAM.
 Memilih dan menentukan penjamin emisi efek dan agen penjualan.
 Tahap pengalihan kepemilikan aktiva. Semua aktiva yang masih atas nama pemilik dialihnamakan menjadi atas nama perusahaan.
 Tahap restrukturisasi permodalan.
 Kontrak pendahuluan dengan bursa efek untuk pencatatan saham
 Penandatanganan perjanjian-perjanjian dengan pihak-pihak terkait
 Publik Expose dan Road Show
Tahapan di BAPEPAM :
 Emiten bersama penjamin emisi (underwriter) menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada BAPEPAM
 Expose terbatas di BAPEPAM
 BAPEPAM member tanggapan atas kelengkapan dokumen, kecukupan dan kejelasan informasi, serta keterbukaan aspek hukum, akuntansi, keuangan dan manajemen
 Komentar tertulis dari BAPEPAM dalam jangka waktu 45 hari
 Pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif

2. Tahapan Saat Emisi
a. Tahapan emisi di Pasar Perdana
 Penawaran umum minimal dilaksanakan dalam 3 hari kerja dan harus selesai selama 60 hari kerja sejak pernyataan efektif
 Penjatahan kepada pemodal oleh penjamin emisi dan emiten jika terjadi kelebihan permintaan dan maksimal selesai dalam jangka waktu 3 hari kerja setelah masa penawaran berakhir
 Terhadap pemesan yang terkena penjatahan, maka akan ada proses pengembalian uang pesanan ( refund ) yang dilaksanakan maksimal 2 hari kerja setelah tanggal penjatahan
 Bukti kepemilikan efek harus tersedia kepada pembeli efek dalam penawaran umum, diserahkan maksimal 2 hari kerja setelah tanggal penjatahan dan untuk efek yang tidak dicatatkan maksimal 5 hari kerja

b. Tahapan emisi di Pasar Sekunder
 Emiten mencatatkan efek di Bursa, dilakukan maksimal 5 hari kerja setelah tanggal penjatahan
 Perdagangan efek di Bursa

3. Tahapan setelah emisi
 Menyerahkan laporan hasil Penawaran Umum ke BAPEPAM maksimal 5 hari kerja setelah tanggal penjatahan
Jangka waktu efektifnya pernyataan pendaftaran sampai dengan disampaikannya laporan hasil Penawaran Umum kepada BAPEPAM maksimal 15 hari kerja
 Menyampaikan laporan berkala, misalnya laporan tahunan dan laporan tengah tahunan
 Menyampaikan laporan kejadian penting dan relevan, misalnya akuisisi dan pergantian direksi.

1.6 Macam – macam Kontrak Emiten dengan Penjamin Emisi Efek
1. Best Effort, yaitu Bentuk Komitmen Penjamin Emisi Efek kepada Calon Perusahaan tercatat untuk menjual dan atau memasarkan saham Perseroan hanya sebatas pada kemampuannya untuk memasarkan dan atau menjual saham calon Perusahaan Tercatat yang ditawarkan.
2. Full Comitment, yaitu Bentuk Komitmen Penjamin Emisi Efek kepada Calon Perusahaan tercatat untuk menjual dan atau memasarkan saham Perseroan dimana Penjamin Emisi Efek mempunyai komitmen penuh untuk menjual dan memasarkan seluruh saham yang ditawarkan, dan berkewajiban membeli sisa efek yang belum terjual.

1.7 Proses Perdagangan Efek pada Pasar Perdana
Pada umumnya proses perdagangan saham dan obligasi pada Pasar Perdana dapat digambarkan sebagai berikut:

Prosedur Penawaran dan Pemesanan Efek di Pasar Perdana
 Penawaran Perdana suatu Saham atau Obligasi suatu perusahaan kepada investor publik dilakukan melalui Penjamin Emisi dan Agen Penjual. Tata cara pemesanan saham atau obligasi seperti, “harga penawaran”, “jumlah saham yang ditawarkan”, “masa penawaran”, dan informasi lain yang penting harus dipublikasikan di surat kabar berskala nasional, dan juga dibagikan ke publik dalam bentuk prospektus.
 Investor yang berminat, dapat memesan Saham atau Obligasi dengan cara menghubungi Penjamin Emisi atau Agen Penjual, dan kemudian mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
 Investor kemudian melakukan pemesanan Saham atau Obligasi tersebut dengan disertai pembayaran.
 Penjamin Emisi dan Agen Penjual kemudian mengumumkan hasil penawaran umum tersebut kepada investor yang telah melakukan pemesanan.
 Proses penjatahan Saham atau Obligasi (biasa disebut dengan “allotment”) kepada investor yang telah memesan dilakukan oleh Penjamin Emisi dan Emiten yang mengeluarkan Saham atau Obligasi. Sehubungan dengan proses penjatahan, ada beberapa istilah yang harus diperhatikan:
“Undersubscribed” adalah kondisi dimana total Saham atau Obligasi yang dipesan oleh investor kurang dari total Saham atau Obligasi yang ditawarkan. Dalam kondisi seperti ini, semua investor pasti akan mendapat Saham atau Obligasi sesuai dengan jumlah yang dipesannya.
“Oversubscribed” adalah kondisi dimana total Saham atau Obligasi yang dipesan oleh investor melebihi jumlah total Saham atau Obligasi yang ditawarkan. Dalam kondisi ini, terdapat kemungkinan investor mendapatkan Saham atau Obligasi kurang dari jumlah yang dipesan, atau bahkan mungkin tidak mendapatkan sama sekali.
 Apabila jumlah Saham atau Obligasi yang didapat oleh investor kurang dari jumlah yang dipesan, atau telah terjadi “oversubscribed”, maka kelebihan dana investor akan dikembalikan (proses ini sering disebut dengan “refund”).
1.8 Ukuran bagi perusahaan yang sukses dalam melakukan Go Public
 Permintaan terhadap efek yang ditawarkan memuaskan (oversubscribe)
 Efek yang ditawarkan cukup likuid di Pasar Sekunder
 Trend harga saham perusahaan tersebut meningkat
 Hubungan baik emiten dan investor terjalin baik, ditandai dengan pemanfaatan dana efektif dan perusahaan berkembang, sehingga menghasilkan keuntungan untuk investor

BAB II
PEMBAHASAN

Study Kasus :
Senin, 12 Januari 2009 | 11:46 WIB
JAKARTA, SENIN — PT Waskita Karya memastikan rencana penjualan saham perdana (IPO) ditunda pada 2009 karena situasi pasar modal yang masih relatif buruk.
“Rasanya tidak memungkinkan dilakukan (IPO) tahun ini, sehingga dijadwalkan tahun 2010,” kata Direktur Utama M Choliq di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (12/1).
Waskita karya merupakan salah satu BUMN yang masuk dalam daftar privatisasi melalui skema IPO. Perusahaan itu telah mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 2008.
Namun, karena pasar modal dalam negeri pada 2008 terpuruk memaksa sejumlah rencana IPO tertunda. “Secara teknis IPO sudah siap, tinggal disesuaikan dengan kondisi pasar saja. IPO kan tidak ada batasan waktu,” ujarnya.
Dalam kajian IPO tersebut, jumlah saham yang akan dilepas ke publik mencapai 35 persen dengan perkiraan perolehan dana Rp 600 miliar. Dana hasil IPO sesuai rencana akan dioptimalkan untuk membiayai ekspansi perseroan.
Pada tahun 2009 ujar Choliq, perseroan membutuhkan dana sekitar Rp 20 miliar untuk belanja barang modal (capex). “Capex 2009 sedikit naik dibanding 2008 karena ukuran rencana kerja perseroan lebih besar,” katanya.
Akan tetapi, Choliq mengutarakan, pihaknya tetap melihat peluang IPO pada semester II 2009, “Kalau ada kesempatan untuk masuk ya kita realisasikan,” demikian Choliq.

PT Waskita Karya adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Perusahaan ini berasal dari nasionalisasi perusahaan Belanda Volker Aannemings Maatschappij N.V. pada tahun 1961 dan berubah bentuk menjadi persero pada tahun 1973.

PT Waskita Karya merupakan salah satu BUMN yang masuk dalam daftar privatisasi melalui skema IPO. Privatisasi (istilah lain: denasionalisasi) adalah proses pengalihan kepemilikan dari milik umum menjadi milik pribadi, jadi pemerintah ingin mengalihkan kepemilikan PT Waskita Karya dari perusahaan BUMN menjadi perusahaan yang sahamnya dapat dimiliki oleh masyarakat bebas. PT Waskita Karya telah mendapatkan persetujuan dari DPR pada 2008 untuk melakukan proses Go Public / IPO ( Initial Public Offering ). Namun, menurut informasi yang kami peroleh, sampai saat ini pelaksanaan IPO PT Waskita Karya belum juga terealisasi. Hal ini disebabkan keadaan keuangan perusahaan yang dinilai kurang sehat dan standar akuntansinya belum benar ( terjadi overstatement dalam pencatatan laba).
Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, overstatenment yang terjadi seperti itu perlu dikoreksi. Beliau menjelaskan kesalahan pencatatan laba tersebut berasal dari proyek-proyek tahun jamak. Laba yang seharusnya masuk dalam pembukuan tahun depan dicatat sebagai laba tahun lalu. Beliau mengatakan “Standar akuntansinyalah yang harus dibereskan”, Sebab sebagian besar kontrak BUMN PT Waskita karya merupakan tahun jamak. Agar kesalahan serupa tak terulang lagi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menunjuk PT PPA ( Perusahan Pengelola Aset ) untuk mengucurkan dana kepada PT Waskita Karya. Dana yang dikucurkan mencapai Rp 475 miliar. Dana tesebut digunakan untuk menambah modal dan menyehatkan kembali keuangan PT Waskita Karya. Selain itu pemerintah juga memberikan sanksi kepada akuntan publik yang melakukan pencatatan akuntansi keuangan PT Waskita Karya.

Dengan sehatnya perseroan itu, maka rencana perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang sempat tertunda akan segera terealisasi. Banyak pihak yang memprediksi kapan akan terealisasinya IPO PT Waskita Karya. Ada yang memperkirakan tahun 2010, bahkan Deputi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Jasa dan Usahanya Lainnya Muchayat mengatakan bahwa PT Waskita karya merupakan BUMN yang paling lama melakukan privatisasinya. Menurut pendapat kami proses privatisasi PT Waskita Karya memang akan memakan waktu yang lama, mengingat banyak masalah internal yang harus diselesaikan dan juga prosedur yang harus dilakukan relatif lama. Seperti proses pencairan dana PT PPA yang baru diajukan suratnya pada 17 September 2009 lalu dan sedang dalam proses administrasi. Hingga saat ini, kami belum memperoleh informasi bahwa dana kucuran dari PT PPA tersebut telah cair. Setelah dana cairpun PT Waskita Karya masih harus melakukan pembenahan dan restrukturisasi keuangan dengan menggunakan dana dari PT PPA tersebut.

admin

orang biasa - dosen biasa - praktisi biasa

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: