Peran Analisis Keuangan terhadap manajemen keuangan dalam hal pencarian dana.

Resume dari Mahasiswa UT – Analisa Infomasi Keuangan (Murdianto)

Peran Analisis Keuangan terhadap manajemen keuangan dalam hal pencarian dana.

Dengan analisis keuangan, akan dapat diketahui berbagai hal diantaranya :

  1. Likuiditas perusahaan melalui current ratio, cash ratio maupun quick ratio. Dengan demikian, ketika perusahaan membutuhkan dana dalam jangka pendek, manajemen dapat mempertimbangkan asal dana yang akan digunakan. Apabila likuiditas perusahaan masih tinggi, maka memungkinkan manajemen untuk memenuhi kebutuhan dananya dari hutang. Sebaliknya, apabila likuiditas perusahaan rendah maka sebaiknya manajemen tidak mengambil pendanaan dari hutang jangka pendek karena dikhawatirkan perusahaan tidak dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo.
  2. Solvabilitas perusahaan dengan rasio total debt to equty ratio dan total debt to asset ratio. Dengan mengetahui kedua rasio ini, manajemen dapat mempertimbangkan sumber dana ketika perusahaan memerlukan dana jangka panjang misalnya untuk perluasan/pengembangan bisnis. Perusahaan dapat mempertimbangkan apakah kebutuhan dana jangka panjang akan dipenuhi dari hutang atau dari pemegang saham, misalnya dengan penerbitan saham baru.

Peran Analisis Keuangan terhadap manajemen keuangan dalam hal pengelolaan operasional perusahaan.

Dengan analisis laporan keuangan, dapat diketahui rasio aktivitas sebagai berikut:

  1. Total Assets Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap penjualan. Dengan mengetahui rasio ini, akan dapat diketahui apakah perusahaan telah mengelola asetnya secara efisien, apakah ada aset yang tidak produktif, apakah ada aset yang menganggur sehingga manajemen dapat melakukan perbaikan.
  2. Working Capital Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih (Aktiva Lancar-Hutang Lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus kas dari perusahaan. Dengan mengetahui rasio ini, akan dapat diketahui apakah perusahaan telah mengelola aset lancarnya secara efisien, apakah ada aset lancaryang tidak produktif, apakah ada aset yang menganggur, apakah ada persediaan barang dagang yang menumpuk lama dan sebagainya sehingga manajemen dapat melakukan perbaikan
  3. Fixed Assets Turn Over, rasio untuk mengukur perbandingan antara aktiva tetap yang dimiliki terhadap penjualan.Rasio ini berguna untuk mengevaluasi seberapa besar tingkat kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivatetap yang dimiliki secara efisien dalam rangka meningkatkan pendapatan. Dengan mengetahui rasio ini, akan dapat diketahui apakah perusahaan telah mengelola aset tetapnya secara efisien, apakah ada aset tetap yang tidak produktif, apakah ada aset tetap yang menganggur sehingga manajemen dapat melakukan perbaikan
  4. Inventory Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran persediaan yang dimiliki terhadap penjualan.Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukkan pengelolaan persediaan yang efisien. Dengan mengetahui rasio ini, akan dapat diketahui apakah perusahaan telah mengelola persediaannya secara efisien, apakah ada persediaan yang menumpuk lama di gudang dan sebagainya sehingga manajemen dapat melakukan perbaikan
  5. Average Collection Period Ratio, rasio untuk mengukur  berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen. Dengan ratio ini perusahaan dapat memperbaiki kebijakan pengelolaan piutang.
  6. Receivable Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan membagi nilai penjualan kredit terhadap piutang rata-rata.Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah.

Peran Analisis Keuangan terhadap manajemen keuangan dalam hal pertanggungjawaban operasional perusahaan.

Dengan analisis laporan keuangan, dapat diketahui rasio profitabilitas sebagai berikut:

  1. Gross Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor dari penjualan.
  2. Operating Income Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.
  3. Net Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualan.
  4. Earning Power of Total Investment, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi investor dan pemegang saham.
  5. Rate of Return Investment (ROI) atau Net Earning Power Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.
  6. Return on Equity (ROE), rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk menghasilkan pendapatan bersih.
  7. Rate of Return on Net Worth atau Rate of Return for the Owners, rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri diinvestasikan dalam menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham.

admin

orang biasa - dosen biasa - praktisi biasa

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: