Distorsi akuntansi

Tulisan Mahasiswa UT (Vivian A – tks atas share ilmunya – manfaat to semua)

Distorsi akuntansi adalah deviasi informasi yang dilaporkan dalam laporan keuangan dari realitas bisnis yang terjadi. Distorsi ini bisa muncul karena kelemahan dasar akrual yang bersumber dari standar akuntansi, kesalahan estimasi, trade off relevan dan reliability.

Penyebab distorsi akuntansi adalah Standar akuntansi dengan alasan

  1. Standar akuntansi adalah produk dari proses politik pihak terkait. Potensi distorsi muncul dari alternatif metode yang dibolehkan oleh dewan standar bagi suatu transaksi.
  2. Adanya prinsip historical cost yang mengurangi relevansi neraca karena tidak menggambarkan nilai sekarang aset dan kewajiban
  3. Dipakainya konsep konservatisme, mendorong bias pesimis dalam laporan keuangan (ini diperlukan oleh analis kredit, tapi tidak oleh analis modal)

Kesalahan mengestimasi konsekwensi aliran kas masa depan bisa mendistorsi relevansi angka akuntansi. Misal penjualan kredit memiliki potensi untuk tidak dibayar oleh pembeli. Kesalahan mengestimasi cadangan kerugian piutang dapat menyebabkan distorsi.

Sumber Distorsi :

  1. Accounting Standards
  2. Proses penyusunan standar dipengaruhi oleh unsur polik (tarik menarik kepentingan)
  3. Asumsi dalam prinsip akuntansi
  4. Konservatism
  5. Estimation Errors – estimasi harus dilakukan dalam akuntansi berbasir akrual, padahal estimasi sangat subyektif
  6. Reliability vs Relevance – penekanan pada satu aspek dapat mengorbankan aspek yang lain.
  7. Earnings Management – window dressing laporan keuangan untuk tujuan khusus perusahaan atau manajemen.

 

Adapun klasifikasi tindakan yang meliputi kecurangan laporan keuangan adalah sebagai berikut :

Pertama, sengaja distorsi laporan keuangan sebagai alat untuk bertindak curang dengan mengecoh pemakai atau kelompoknya tentang hasil usaha perusahaan. Dalam hal ini yang menerima keuntungan langsung adalah pihak perusahaan atau pelaku kecurangan. Adapun tujuan khusus dari tindakan ini adalah :

a)     Mendapatkan kredit, modal jangka panjang, atau tambahan modal investasi berdasarkan informasi keuangan yang di distorsi atau dihapus.

b)     Menyembuyikan kinerja tidak baik dari perusahaan.

c)     Menghapus hutang pajak.

d)     Manipulasi harga saham.

e)      Menyembunyikan kinerja tidak baik oleh manajemen.

Kedua, sengaja distorsi laporan keuangan untuk penyamaran tindakan kecurangan. dalam hal ini yang diuntungkan tetap pihak perusahaan atau pelaku kecurangan. adapun tujuan khusus dari tindakan ini adalah:

a)      Menyembunyikan penjualan fiktif atau harta milik dipalsukan.

b)      Menyembunyikan pembayaran yang tidak benar.

c)      Menyembunyikan tindakan penyelewangan dana atau harta.

 

Berikut ini akan dicontohkan perusahaan yang dihubungkan dengan creative accounting yaitu:

Kasus creative accounting sering dihubungkan dengan Enron, sebuah perusahaan migas. Sebelum kebangkrutannya, Enron pernah dipilih oleh Fortune Magazine sebagai ‘America’s Most Innovative Company’ selama 6 tahun berturut-turut. Enron yang tadinya adalah perusahaan pembangkit tenaga listrik mulai naik daun setelah Enron mulai bermain komoditas-komoditas bandwidth telekomunikasi dan derivatives (sejenis investasi di mana hasil untung ruginya berdasarkan pergerakan dari nilai aset seperti saham, surat utang, komoditas, atau bahkan dari nilai seperti suku bunga, valas, indeks pasar saham, bahkan indeks cuaca). Enron mulai berpaling dari bisnis tradisionalnya dan mulai berspekulasi dalam financial instruments yang mengandung resiko tinggi. Memang kesannya mereka cukup sukses untuk beberapa tahun, tapi akhirnya kenyataan dari kesuksesan (atau lebih tepatnya kegagalan) mereka mulai terlihat. Namun Enron bukan hanya inovatif dalam berbisnis, ternyata juga ‘inovatif’ dalam cara pembukuannya. Di balik kesuksesan mereka, banyak sekali hutang-hutang tersembunyi yang dipindahkan kepada anak-anak perusahaan yang tidak dikonsolidasi (tidak diperhitungkan masuk ke dalam neraca perdagangan Enron sendiri). Mereka sengaja memanfaatkan celah dalam hukum Amerika yang memperbolehkan ‘special purpose vehicles’ (suatu organisasi yang dibentuk untuk proyek khusus yang dibentuk terpisah untuk mengisolasi resiko-resiko dari proyek tersebut) yang memenuhi syarat-syarat tertentu tidak dikonsolidasi.

Creative accounting bisa saja lolos dari prinsip-prinsip accounting standards yang berlaku, karena cara-cara creative accounting biasanya memang tidak atau belum diakomodasi oleh standar akuntansi yang berlaku, atau memang sengaja mencari celah-celah di dalam standar akuntansi tersebut. Akan tetapi, ini bukan berarti creative accountingbisa lolos apabila diuji dengan kacamata kebenaran, dalam arti merefleksikan kondisi finansial yang sebenarnya.

Dengan demikian fungsi laporan keuangan dari sudut pandang kecurangan dalam kelompok kecurangan laporan keuangan adalah :

1.    Laporan keuangan dipakai untuk ikut serta dalam suatu tindakan kecurangan perusahaan, perusahaan atau pelaku kecurangan adalah penerima langsung dari keuntungan.

2.    Laporan keuangan dipakai untuk penyamaran suatu tindakan kecurangan.

admin

orang biasa - dosen biasa - praktisi biasa

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: